Kembali Berprestasi, Mahasiswa FASILKOM UNEJ Sukses Membawa Pulang Medali Emas Pada Ajang Tingkat ASEAN


JEMBER – Fauzan Amir Al Ghiffary bersama dengan Tim Dakon Digital Studio berhasil meraih Medali Emas dalam ajang ASEAN Innovation Science Environment and Entrepreneur Fair (AISEEF) 2021 pada kategori Entrepreneur.

Fauzan Amir Al Ghiffary, mahasiswa jurusan Informatika, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Jember, berhasil mengharumkan nama kampus tercinta pada ajang AISEEF 2021 yang diselenggarakan pada tanggal 18 – 23 Februari 2021 secara online.

AISEEF atau ASEAN Innovation Science Environment and Entrepreneur Fair merupakan sebuah kompetisi riset dan business plan tingkat Asia Tenggara yang diselenggarakan oleh Indonesia Young Scientist Assocoation (IYSA) dengan Departemen Teknologi Pangan IPB, Departemen Gizi Undip, Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), Institut Internasional Indonesia untuk Ilmu Hayati (I3L), Yayasan Prestasi Pendidik Indonesia, dan Himpunan Penggiat Adiwiyata Indonesia Malang Raya.

AISEEF 2021 ini diikuti 450 tim dari 19 negara di dunia yaitu Indonesia, Malaysia, Amerika Serikat, Korea Selatan, Singapura, Sudan, Hong Kong, Filipina, Yaman, Brazil, Turki, Macau, Meksiko, Thailand, Macao, Iran, Nepal, Mesir, Irak, dan Azerbaijan. Ada 4 kategori yang ditawarkan yaitu Innovative Science, Environmental Science, Entrepreneur, dan Social Science.

Kali ini Fauzan dan rekannya dalam tim Dakon Digital Studio yaitu Ajeng Geby Syafitri, mahasiswa Major Management, Faculty Economic and Business, President University, memilih untuk mengikuti kategori Entrepreneur dengan ide bisnis yaitu Dakon Digital Studio, sebuah startup atau rintisan usaha yang berfokus pada pengembangan atau pembuatan perangkat lunak, mobile apps, website, motion graphic dan design. Berkat ide bisnis nya itu, Fauzan dan timnya dapat meraih medali emas setelah melewati semua tahapan yang ada.

Namun dibalik kesuksesan Fauzan dan tim, ternyata ada beberapa kesulitan yang mereka hadapi ketika mengikuti ajang tersebut terutama dalam hal komunikasi.

“Saya sendiri agak kesulitan dalam hal komunikasi, karena menggunakan bahasa Inggris. Saya paham jika reading dan listening, tapi masih kurang di speaking,” ungkapnya. Namun kesulitan tersebut dapat Fauzan atasi dengan melakukan sesi latihan sebelum final.

Prestasi Fauzan dan tim Dakon Digital Studio tentunya tidak akan berhenti disini saja. Fauzan berharap bisnisnya yang sudah berjalan ini bisa melakukan ekspansi dan menarik lebih banyak klien.

Ia juga berharap kedepannya ada banyak mahasiswa lain, terutama mahasiswa di fakultas Ilmu Komputer, Universitas Jember, melakukan hal sama dengannya.

“Untuk teman-teman, jangan takut untuk mencoba, pokoknya coba aja dulu, pasti ada jalan. Dan harapan kedepannya fasilkom lebih maju lagi khususnya informatika,” ujarnya.

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password