BUCIN STORY

Ilustrasi (Sumber : paragram.id)

Girl Squad adalah nama geng cewe yang paling terkenal di SMA GARUDA. Mereka terdiri dari Mutia,Vela,dan Sinta. Mereka bukanlah satu-satunya geng yang paling populer di sekolah tersebut terdapat juga geng lainnya yang sama seperti mereka, namun geng ini terkenal karena anggotanya terdiri dari cowo-cowo ganteng dan keren idaman para wanita. Geng tersebut bernama The Calm Boys yang anggotanya terdiri dari Raka,Kevin, dan Rio.

Dipagi hari tepatnya di kantin Gril Squad sedang berkumpul sambil menikmati makanan yang mereka pesan. Namun tidak dengan Vela, saat berada di kantin mata Vela hanya fokus pada satu pemandangan yaitu Rio, cowo ganteng yang berasal dari geng sebelah.
“Sungguh indah pemandangan ini”ucap Vela secara tiba-tiba
Semua teman nya pun menoleh ke arah Vela
“Ngomong apa sih Vel?” sahut mutia menanggapi omongan Vela
“Ciptaan tuhan yang satu itu.” jawab Vela dengan wajah yang terpesona
“Dulu emak nya ngidam apaan ya keluarnya bisa ganteng banget gitu.” imbuh Vela
“Astaga girls, dia lagi ngeliatin si Rio tuh.”bisik Sinta pada Mutia
“Kamu suka sama Rio Vel?” tanya Mutia
“Iyalah,mana ada cewe yang ngga suka sama Rio, yang ketampananya sudah melebihi malaikat.”balas Vela dengan wajah yang masih terpesona menatap Rio.

Kring…Kring…Kring…

Bel sekolah sudah berbunyi menandakan bahwa jaam istirahat telah selesai.

“Udah bel tuh, udahan Vel ngeliatinya nanti aja lagi.”tegur Sinta

Mereka pun mulai meninggalkan kantin dan memasuki ruang kelas masing-masing.

Beberapa jam kemudian bel pun berbunyi lagi menandakan bahwa seluruh pelajaran pada hari ini telah selesai. Banyak siswa yang sudah keluar dari kelas termasuk Mutia,Vela,dan juga Sinta

“Eh Guys, aku mau ke toilet bentar ya kebelet dari tadi” ucap Mutia

Mutia pun berlari dari arah kelas menuju toilet, namun saat ia sedang berlari ia tidak sengaja menabrak tubuh seseorang, saat ia ingin meminta maaf dan ingin mengetahui siapa yang sudah ia tabrak, orang tersebut langsung memarahinya.

“kalau jalan tuh liat-liat.” ucap cowo tersebut

Mutia hanya mematung tanpa mengucap apapun.

Lelaki itu pun pergi meninggalkan mutia yang masih mematung sambil melihat cowo tersebut menjauh.

Tak lama kemudian, Mutia telah kembali dari toilet.

“Lama amat sih mut.” ucap Vela dengan nada sedikit kesal.
“Iya sorry.” balas Mutia dengan kalem.

Mereka pun pulang bersama-sama. Di perjalanan mereka mulai bercanda tawa, namun ada pemandangan yang membuat mereka semua keheranan.

“Mut, kenapa sih?” tanya Vela.
“Gapapa Vel.” balas Mutia
“Beneran gapapa, kok dari tadi diem aja.” tambah Sinta.
“Iya, aku cuma kecapek an aja.”ucap Mutia

Mutia masih memikirkan kejadian tadi, cowo yang ia tabrak berhasil membuat ia kepikiran, cowo tersebut adalah Rio. Mutia terpesona melihat ketampanan yang dimiliki oleh Rio, namun ia juga kesal karena sikap Rio tadi yang memarahinya.

“Ganteng-ganteng ngeselin.” ucap mutia secara tiba-tiba.
“HAH?” ucap vela dan sinta bersamaan.

Mutia pun terkaget dan baru tersadar dengan ucapannya barusan.

“Kamu barusan ngomong apa Mut?” tanya Vela.
“Eh, bukan apa-apa.” jawab Mutia dengan wajah gugup.
“Eh udah sampe dirumah nih, aku turun ya, bye guys” ucap Mutia tergesa-gesa saat keluar dari mobil Vela.

Sama hal nya dengan Mutia, sesampainya di rumah Rio pun tiba-tiba memikirkan kejadian tadi. Ia kepikiran dengan Mutia. Wajah Mutia mirip dengan mantan kekasih Rio yang sudah tiada. Itulah penyebab ia sejak tadi kepikiran dengan Mutia.

“ish, apa sih aku ini, kenapa kepikiran sama cewe itu terus.” ucap Rio dengan kesal.
“Mirip sih sama Bella, tapi nggak mungkin ah.” ucap Rio pada diri sendiri.

Ia pun berbaring dan mengecek ponselnya. Kemudian ia membuka instagram dan melihat story dari followersnya. Saat itu ia melihat story vela dan menemukan ada Mutia di dalam story tersebut, ia pun memutuskan untuk mencari tahu tentang Mutia.

“Cantik juga.” puji Rio pada salah satu foto Mutia.

Ring..Ring..

Ponsel rio berbunyi menandakan bahwa ada telepon masuk, saat ia melihat ponselnya ternyata Kevin yang menelponya

“Apa sih vin, ganggu orang aja.” ucap rio kesal.
“Eh, sorry, emang lagi ngapain sih?” tanya kevin
“lagi liat foto cewe cantik.” ucap rio
“widih.. siapa nih?” tanya kevin dengan nada menggoda.
“Kepo, lo ngapain telpon gue?” tanya rio dengan nada sedikit kesal.
“Biasa, gue udah di depan rumah lo.” jawab kevin
“Kok lo ngga bilang sih.” ucap rio sambil melihat keluar dari jendela kamarnya
“Woy, gue udah chat lo ya, tapi lo nggak bales, keasyikan liat foto cewe sih lo.” ucap kevin kesal

Rio pun mematikan telepon nya dengan kevin dan berjalan menuju pintu untuk menemui kevin.

“Masuk lo.” ucap rio

Kevin pun masuk ke dalam rumah rio dan duduk di ruang tamu.

“Mau ngapain?” tanya rio sinis
“jahat amat lo, gue mau nyontek tugas.” jawab kevin.
“udah gue tebak.” ucap rio

Kevin hanya tersenyum lebar. Rio pun menuju ke kamarnya dan mencari bukunya.
“Nih.” ucap rio sambil memberikan buku kepada kevin
“wih, lo emang teman gue yang paling baik.” ucap kevin dengan gembira

Rio pun tidak menanggapi kevin dan kembali melihat handphone nya, lebih tepatnya melihat kembali foto Mutia.

“Vin, gue kayak nya lagi suka sama cewe deh.” ucap rio pada kevin.
“Tuh kan, sudah gue duga.” jawab kevin dengan nada senang karena dugaanya benar.
“lo suka siapa?” tanya kevin penasaran.
“Gue suka sama Mutia.”ucap rio
“mutia dari geng Grils Squad itu.?” tanya kevin untuk memastikan
“iya, dia itu mirip banget sama bella vin.”ucap rio serius.
“kalau lo emang beneran suka sama mutia, lo harus deketin dia.” ucap kevin memberikan saran.
“caranya?” tanya rio.
“lo harus chat dia.”jawab kevin
“gue ngga punya nomor nya vin.” ucap rio
“bodoh banget sih lo, lo cari tau aja instagramnya terus lo chat dia lewat instagram.” ucap kevin.

Rio pun terdiam. Beberapa lama kemudian kevin pun pulang dan rio langsung menuju kamarnya sambil memikirkan saran dari kevin. Setelah lama ia berfikir akhirnya ia pun memberanikan diri untuk memulai chat dengan Mutia lewat instagram.

“Hai” tulis Rio di instagram

Mutia pun kaget

“Hai juga” tulis Mutia membalas pesan Rio
“Kamu mutia kan?” tanya Rio basa-basi
“Iya.” balas mutia singkat
“Aku rio.” balas Rio memperkenalkan diri
“Iya.” balas mutia singkat.
“Kamu dari kelas apa?” tanya Rio
“Dari kelas 11 ipa 1.” jawab mutia seadanya.
“Aku boleh tau tentang kamu tidak?” balas Rio to the point

Mutia pun tidak menjawab ia bingung untuk menjawabnya. Ia juga takut akan suka terlalu dalam dengan Rio, Apalagi dia sudah mengetahui jika Vela yang merupakan taman baiknya sangat menyukai Rio.

Keesokan paginya ia mendapat notif dari Rio , namun bedanya Rio sudah mengetahui nomor whatsaap Mutia

“Pagi Mutia”. tulis Rio

Mutia pun tidak membalas pesan Rio.

Seperti biasa pada jam istirahat Mutia sedang berkumpul bersama teman-temannya.
Tiba-tiba ia mendapat satu pesan masuk lagi dari Rio yang mengirimkan foto mutia yang sedang asik memakan donat, foto itu ia ambil diam-diam dan di foto tersebut diberi keterangan “cantik”

Mutia pun tersedak.

“Nih minum Mut.” ucap Vela sambil menyodorkan minuman pada Mutia
“Makasih vel.” ucap Mutia lembut
“kenapa mut?” tanya Vela
“Gapapa vel.” ucap Mutia lemas karena tersedak

Bel pun sudah berbunyi, mereka semua mulai meninggalkan kantin dan menuju ke dalam kelas. Saat di kelas Mutia pun tidak fokus pada penjelasan guru, ia terus melamun memikirkan Rio yang mendekatinya dan memikirkan bagaimana jika Vela mengetahui hal ini. Mutia pun berfikir untuk memberitahu masalah ini kepada Vela, jika di biarkan ia takut jika Vela akan semakin marah kepadannya.
“Vel, sepulang sekolah nanti aku mau ngomong sama kamu.” ucap Mutia serius
“Oke.” jawab vela

Bel pulang sekolah pun berbunyi, semua murid mulai keluar dari kelasnya masing-masing.
“Guys hari ini aku di jemput sama papa nih.” ucap Sinta
“oh, oke sin gapapa.” ucap Mutia

Di mobil hanya ada Vela dan Mutia

“Mut, tadi kamu mau ngomong apa?” tanya Vela membuka pembicaraan
“Umm ini Vel, kamu jangan marah ya.” jawab Mutia ketakutan.
“Iya, apa?” tanya Vela penasaran
“Rio, dia chat aku, dan katanya mau kenal sama aku.” jawab Mutia dengan pelan dan muka yang agak takut.
“Jadi kamu di deketin sama Rio? Kamu tau kan aku suka sama Rio? Kamu nggak ada niat untuk merebut Rio dari aku kan mut?” tanya Vela dengan nada sedikit kesal
“Tidak Vel,aku tidak menyukai Rio.” jawab Mutia

Mutia terpaksa harus berbohong kepada vela agar dirinya tidak bertengkar dengan Vela.

Keesokan paginya di kelas, Mutia hendak mengambil bukunya yang kemarin tertinggal di loker meja, saat ia mengambil bukunya ia menemukan sebuah coklat bertuliskan

“selamat pagi Mutia-by Rio”

Vela pun meilhat hal itu, ia pun kesal dan marah kepada Mutia. Ia memutuskan untuk pindah tempat duduk dan memilih duduk bersama Sinta. Melihat hal itu Mutia merasa bersalah kepada Vela, ia tidak tahu harus berbuat apa. Mutia pun hanya terdiam

Semenjak kejadian itu Mutia dan Vela saling diam dan tidak berkata apapun, Sinta yang tidak mengetahui apapun bingung melihat teman-temannya yang bersikap seperti itu. Saat di rumah Mutia pun bercerita kepada Sinta lewat telepon dan Sinta pun kaget mendengar cerita dari Mutia. Mutia juga meminta bantuan kepada Sinta untuk meyakinkan Vela agar Vela tidak berfikiran buruk tentang Mutia. Keesokan harinya Sinta pun berbicara kepada Vela dan memberi pengertian kepada Vela.

Pada saat pulang sekolah Vela pun menemui Mutia.

“Mut, aku minta maaf, maaf kan sikapku kemarin.” ucap Vela dengan wajah bersalah.
“Tidak perlu minta maaf Vel, aku sudah memaafkan kamu.” ucap Mutia sambil tersenyum.
“Mulai sekarang, aku akan menjauhi Rio, dan merelakan dia untuk kamu Vel.” ucap Mutia
“Tidak perlu seperti itu Mut, aku memang menyukai Rio tetapi aku senang melihat dia bahagia bersama orang yang dicintainya .” jelas Vela kepada Mutia
“Terima kasih vel.” ucap Mutia sambil memeluk Vela.

Kejadian diantara Vela dan Mutia dilihat oleh Raka teman Rio, melihat kejadian tersebut Raka pun memberitahu teman-temannyaa.

“Guys gue tadi lihat si Vela sama Mutia ngebahas soal lo yo.” ucap Raka dengan antusias.
“Soal gue?” tanya Rio keheranan.
“Iya kata nya si Vela merelakan lo buat Mutia.” jelas Raka
“Jadi, si Vela suka sama Rio?” tanya Kevin
“Mungkin.” tebak Raka
“Tapi ada bagusnya tuh, kan Vela udah ngerelain lo sama Mutia, lo tembak aja dia.” Usul Kevin
“Wait, Rio suka sama Mutia?” tanya Raka
“Iya dia suka sama Mutia.” jelas Kevin
“Kok lo ngga bilang sih yo.” ucap Raka
“Ya sorry, gue mau bilang tapi lo keburu tau cerita soal Vela sama Mutia.” jelas Rio
“Yaudah gapapa lo tembak aja si Mutia sebelum di ambil orang.” canda Raka

Sepulang dari sekolah Rio datang ke rumah Mutia sambil membawa boneka dan bunga ia pun menyatakan perasaannya kepada Mutia. Mutia pun sempat kaget, namun ia tidak bisa membohongi perasaannya sendiri, ia juga menyukai Rio. Ia pun menerima Rio menjadi kekasihnya.

Di sekolah semua teman-temanya mengetahui kabar gembira tersebut. Semua turut bahagia mendengarnya tak terkecuali Vela yang telah mengikhlaskan Rio bersama Mutia.

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password