BALADA SANG PENDIKSI

town

Selama hidupku aku pernah dipaksa percaya bahwa manusia pembawa diksi adalah pihak penuh provokasi

Bisa saja ia mencipta embel pahlawan pada seseorang atau memberi gelar tersangka tanpa tau permisi

Satu pihak yang namanya tak luput dari caci, seakan tak terlihat suci

Ia disuruh menyampaikan fakta, namun dikiritik ketika orang lain merasa tak terima

Ia dihardik ketika melawan sang penguasa, menurut mereka jurnalis harusnya memihak pada yang berkasta, bukan yang lemah

Generasi lepas generasi, semakin buram citra pembawa diksi

Aktualisasi suara terbatas oleh yang berkuasa

Aprodhite para pemikir tua tak kunjung menuai asa

Ketika garuda tua sudah tak bisa mengepakkan sayap dengan lantang, terkekang

Bagi para pemikir muda yang sedang dilabeli mahasiswa

Percayalah bahwa kau maha dari benar dan siswa dari karsa

Ungkapkan semua yang ada dengan ideologi yang tak boleh terlupa

Tak apa apabila dianggap tak tahu diri ketika hanya ingin lebih ber ekspresi

Kiranya kau mampu tetap melakukan hal-hal positif yang kau senangi

Kiranya lewat sua mu kau mampu mengubah dunia menjadi lebih baik lagi

Kiranya kau belum lelah, merajut suara, menanam asa bagi mereka yang tak mampu berucap kata.

Jagalah kejujuran hatimu dan berusaha meskipun terlihat sulit

Jagalah ketabahan hatimu dan jangan berhenti untuk bangkit

Selalu dengar bisikan coba lagi tiap kali kau merasa gagal dan tidak berarti

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password