Pemenang ITEC menuju Gemastik 2019


Itec merupakan kompetisi tentang desain UI, UX, dan IoT. acara ini termasuk acara rutin setiap tahun dari Himpunan Mahasiswa Teknologi Informasi atau yang dikenal oleh warga Fakultas Ilmu Komputer Universitas Jember dengan sebutan HIMATIF. Meskipun acara ini dibawah himpunan jurusan TI, tetapi semua jurusan yang ada di Fakultas Ilmu Komputer dapat mengikutinya. Itec bertujuan untuk memberi wadah para mahasiswa FASILKOM menemukan ide-ide terbaru yang nantinya akan dipersiapkan untuk lomba Gemastik.
Empat Mahasiswa yang tergabung dalam satu tim yang berhasil menjuarai Itec tahun ini yakni Bayu, Rizky, Zulva, dan Wildan. Rizky mengatakan bahwa dalam kompetisi ini mereka mengajukan karya yang dapat digunakan para petani kopi di Indonesia serta mendorong petani-petani tersebut untuk go digital yang nantinya bisa meningkatkan kualitas kopi Indonesia. Karya yang mereka usung tersebut secara garis besar memaparkan mengenai identifikasi penyakit pada tanaman kopi dan juga identifikasi lingkungan yang cocok untuk ditanami kopi.
Selain memberi hasil identifikasi, dalam aplikasi kopiko ini disiapkan pula tempat untuk kumpulan tips-tips seputar tanaman kopi. Dengan demikian, petani dapat mengetahui lebih banyak lagi bagaimana cara merawat tanaman kopi.
“Selain hasil identifikasi soal penyakit dan lingkungan yang cocok untuk ditanami kopi kami juga menyediakan platform tips-tips seputar tanaman kopi,” katanya
Proses pembuatan aplikasi ini dimulai dengan menentukan ide, mulai dari menentukan aktor, fitur, business value, dan sebagainya. Setelah itu, membuat mockup aplikasinya. Kemudian, langsung eksekusi dengan mengkoding berdasarkan mock up yang ada dan berusaha mendapatkan hasil yang semirip mungkin dengan mock up.
“Dengan berbekal ide dari tugas salah satu mata kuliah yang bertemakan tentang perkebunan, kami memutuskan untuk mengangkat tanaman kopi untuk jadikan pendukung aplikasi yang kami buat. Sebenarnya ada dua opsi, yaitu perkebunan kopi dan teh. Namun karena kopi menjadi komoditas utama di Jember, akhirnya kami sepakat untuk menciptakan aplikasi yang bermanfaat untuk petani kopi yang kami beri nama kopiko,” ujar Zulva.
Rizky menitipkan pesan bahwa, Pertama, jangan hanya terpaku pada materi yang diberikan oleh dosen. Ilmu itu luas. Jangan cepat puas dengan ilmu yg kalian dapat dari perkuliahan. Belajarlah lebih banyak. Belajarlah dari mana saja. Bertanyalah kepada siapa saja. Agar bisa menjadi manusia yg lebih baik dari lainnya, kalian juga harus belajar yang lebih banyak dari banyak orang. Yang kedua, jangan pernah pesimis, malu atau malas untuk menunjukkan potensi dan karya yang kalian miliki. Dunia tidak akan pernah mengakui karya kalian, jika kalian tidak pernah menunjukkannya

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password