MAKRAB


Malam keakraban sabtu sampai minggu terasa begitu cepat berlalu. Bertempat di salah satu pesisir di ujung selatan Kota Jember. Angin menyambut dengan tangan terbuka, seolah hendak mendekap dan tak ingin melepas. Suara derai ombak dan desir pasir seolah bersinergi melempar rayuan tuk membuat siapapun ingin berlama-lama dan singgah walau sejenak. Bukit-bukit yang mengapitnya tlah menjadi saksi, atas ratusan bahkan ribuan jiwa yang tlah dibuat luluh lantak tak berdaya akan bujuk rayunya.

Pagi itu, kisah tentang malam keakraban dimulai. Diawali dengan membangun tempat tuk singgah dan berteduh selama disana disertai bincangan dan candaan ringan. Tolong-menolong dan kerjasama menjadi kunci atas berdirinya tenda-tenda yang kan jadi pelindung dari terik matahari dan sapaan angin malam. Tenda-tenda diatur dengan sedemikian sehingga membentuk sebuah lingkaran. Seolah menjelaskan makna kegiatan ini tuk tumbuhkan lingkaran pertemanan dan kekeluargaan baru yang saling menopang, membantu, dan menyempurnakan untuk apa yang menjadi isi atas garis lingkar yang mengelilinginya. Tak lama setelahnya, matahari mulai menunjukkan taringnya. Menyengat kulit tiap-tiap insan yang berada di bawahnya. Namun tak sedikitpun itu jadi penghalang tuk balik menyapa dan menemui sumber suara yang sedari tadi menggelitik raga tuk segera bersua dengannya. Lalu, ditengah terik matahari kamipun bersua. Segala keluh kesah seolah melebur bersamaan dengan perginya ombak menjauh dari bibir pantai. Yang ada hanya rasa syukur dan kekaguman luar biasa.

Siang hari yang cerah di tempat yang begitu indah sangat disayangkan apabila hanya dibiarkan berlalu begitu saja. Lalu muncullah ide, tuk pergi bersama menemui ombak dan melakukan hal-hal sederhana namun bermakna. Bermain permainan sederhana, saling melontar candaan,dan tertawa bersama adalah cara yang dilakukan tuk menyatukan beda, bukan tuk menjadikannya sama namun tuk jadikannya selaras berdampingan. Sampai kemudian, langit mendung menyapa dan memberi tanda akan datangnya hujan. Menimbulkan kekhawatiran dan menjadi akhir dari permainan yang kami lakukan. Waktu luang kami habiskan tuk bercengkrama dan bahkan berkeluh kesah akan dunia yang kami tinggalkan sejenak di kota. Sampai tak terasa waktu terus berputar hingga langit berubah menjadi warna-warna senja. Keheningan dan derai ombak menambah kesyahduan petang itu. Mata seolah tak bisa berhenti tuk menatap langit senja itu. Dengan penuh kekaguman kami mengiringi dan menjadi saksi datang dan perginya senja sore itu. Hingga tak terasa, tiba saatnya puncak acara malam keakraban. Api unggun disusun sedemikian rupa berada ditengah lingkaran yang dibentuk tenda-tenda dengan kami yang duduk di depan tenda untuk sekaligus menghangatkan diri. Diawali dengan saling memperkenalkan diri hingga saling bertukar kado. Disetiap kegiatan, selalu ada candaan yang dilontarkan yang membuat tertawa bersama seperti sebuah agenda rutin dalam acara ini. Tak cukup sampai disitu, acara dilanjutkan dengan membakar jagung bersama dengan maksud ada agenda selanjutnya yakni makan jagung bakar bersama. Namun karena lamanya menunggu, malam lebih banyak dihabiskan tuk berbincang dan saling bertegur sapa. Saling melontarkan topik-topik dan bahasan yang tak melulu tentang persoalan serius itu. Hingga beberapa saat kemudian beberapa memutuskan tuk membangun kisah baru dimimpi dalam lelap tidurnya. Dan berakhirlah kisah makrab dihari sabtu syahdu itu.

Keesokan harinya, matahari indah di sebelah timur menandakan mulainya hari baru. Berbincang dan bercengkrama disertai penyesalan akan hal yang tak sempat terlaksana menjadi kegiatan awal hari itu. Namun sebutir pasir takkan mampu hilangkan keindahan pantai, begitu juga dengan itu. Makrab tetaplah mengesankan dan membahagiakan dengan begitu adanya. Pada hari minggu yang cerah itu, dengan berat hati terlontar ucapan selamat tinggal pada ombak, pasir, bukit-bukit serta langit cerah di pantai itu. Ucapan selamat tinggal dan sebuah harapan agar dapat bersua lagi. Perpisahan ini menandakan akhir dari rentetan acara makrab kami. Terimakasih untuk kebersamaan dan untuk segala kenangan yang terukir indah dalam ingatan. Semoga kebersamaan ini akan terus berlanjut walau dunia kan semakin kalut dan tugas kuliah semakin menuntut.

SALAM PERSMA!!!

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password