Film Transcendence

style.tribunnews.com

Di sebuah acara seminar yang membahas tentang “Artificial Intelligent” yang diadakan oleh salah satu kampus di California, salah satu pembicaranya adalah Dr Max Waters yang berkata bahwa upaya untuk mengembangkan kecerdasan buatan yang kuat, telah menuntun pada kemajuan yang signifikan di bidang Teknik Biomedika, serta pemahaman kita akan otak manusia. Sementara beberapa orang lebih fokus pada mimpi akan komputer yang bisa berpikir. Dan prioritas Max adalah memanfaatkan rekan-rekannya yang berwawasan luas untuk mengembangkan metode baru pendeteksi kanker dari dini. Dan berharap menemukan obat untuk Alzheimer dan salah satunya untuk menyelamatkan nyawa umat manusia.

Dan pembicara lainnya yaitu Dr Will Caster dalam seminarnya berkata selama 130 tahun kemampuan kita untuk mencari alasan tetap tidak berubah. Kecerdasan gabungan dari ahli sistem  saraf, insinyur, ahli matematika, dan para peretas tak sepadan dibandingkan dengan AI (Artificial Intelligent) paling dasar sekalipun. Setelah mesin berperasaan menyala maka itu akan mengalahkan batas-batas biologi. Dan dalam waktu singkat daya analisanya akan lebih hebat dari kecerdasan kolektif tiap orang yang lahir dalam sejarah dunia. Sekarang coba bayangkan adanya hal itu dengan berbagai emosi manusia bahkan kesadaran diri dan Will menyebutnya “Transcendence”. Jalan untuk membangun sesuatu yang super pintar mengharuskan kita untuk menguak rahasia paling mendasar dari alam semesta.

Setelah acara seminar itu selesai, ada seorang audience yang menembak Will dan untungnya peluru itu meleset, setelah itu si penembak langsung menembak dirinya sendiri. Dan ternyata pada saat itu juga ada sebuah serangan beruntun yang terjadi secara bersamaan dan mentargetkan tiap-tiap Lab komputer dan penilitian yang mengembangkan kecerdasan buatan yang ada di New York, Los Angeles, Chicago, dan Washington DC. Dan salah satu Lab AI di Livermore yang membunuh seluruh tim disana dan hanya menyisakan Joseph Tagger salah satu pekerja disana. Joseph menjelaskan bahwa ada salah satu programmernya yang membawa kue beracun dan diduga ada zat Dioxin di dalamnya. Dia dapat bebas berkeliaran walau  ada pengamanan yang sangat ketat, dan menjelaskan kepada petugas keamanan dengan alibi membawa kue ulang tahun untuk salah satu pekerja disana.

Agen Donald Buchanan yang menangani kasus dalam lab itu berkata bahwa ada sebuah organisasi bernama “Revolusioner Kemerdekaan dari Teknologi” atau disingkat R.I.F.T yang bertujuan untuk menyingkirkan smartphone dan semua alat elektronik lainnya. Dan saat akan melakukan aksinya mereka mengklaim pembunuhan dan menulis pernyataan “Kecerdasan Buatan adalah kekejian yang tidak lazim dan ancaman bagi kemanusiaan”. Mereka berniat untuk menghentikan semua  upaya yang Will sebut “Transcendence”, dan juga diduga yang menembak Will saat acara seminar itu adalah salah satu anggota dari organisasi tersebut. Dalam lab AI milik Will, dia menciptakan sebuah alat prosesor Kuantum paling tinggi dan komputasi tercepat di dunia yang diberi nama PINN. Sebuah jaringan dengan sistem saraf yang berdiri sendiri.

Sialnya, peluru yang ditembakkan ke arah Will tersebut sudah dicampuri dengan isotop yang disebut Polonium dan mengakibatkan keracunan radiasi dan saat memasuki aliran darah efeknya tidak bisa dicegah dan membutuhkan perawatan 4-5 minggu sebelum sel tubuhnya mati, dan itu akan mengancam hidup Dr Will Caster, dan sejak itu Will sekarat. Karena merasa hidupnya sudah tidak lama lagi, Will menyuruh istrinya yaitu Evelyn untuk mematikan PINN. Saat Evelyn mematikan PINN, dia mengambil beberapa inti prosesornya karena dia  berpikir dapat menggunakan alat tersebut untuk kebaikan Will nantinya.

Evelyn selalu berpikir positif bahwa ia dengan Max yang merupakan sahabat dari Will dan Evelyn bisa menyelamatkan Will. Evelyn mengatakan bahwa enam bulan lalu solusi tentang masalah kesadaran diri yang dibuat oleh Tom Casey rekan Will di lab AI dulu berhasil.  Berhasil dalam bukannya menciptakan kecerdasan buatan, namun dia malah menggandakannya. Dia merekam aktivitas otak monyet dan mengunggah kesadarannya seperti lagu atau film. Karena walau tubuh Will sekarat, namun pikirannya itu susunan sinyal listrik yang bisa diunggah ke PINN. Akan tetapi Max sama sekali tidak setuju akan semua perkataan dan pemikiran Evelyn, menganggap bahwa hal itu sama sekali tidak manusiawi juga kemungkinan akan terjadi hal-hal buruk. Akan tetapi tidak ada jalan lain dalam menghadapi ini semua, dan dengan sangat terpaksa Max menyetujui rencana Evelyn.

Dan dimulailah proses penyembuhan Will dengan bantuan sistem komputer sesuai dengan solusi yang telah dilakukan oleh Tom Casey. Seiringnya berjalannya waktu, sejauh itu berhasil, dan menumbuhkan kepercayaan bahwa Will akan selamat. Namun Tuhan berkehendak lain, di saat Evelyn akan memberikan obat pil kepada Will, dia ditemukan sudah tidak bernyawa. Dan itu membuat Evelyn mereasa kecewa dan sedih, Max juga Dr Tagger yang melihat itu merasa iba kepada Evelyn karena telah ditinggalkan oleh suami tercintanya.

Saat Evelyn sudah menyerah akan usahanya membuat Will  kembali hidup dalam sistem komputer, dia meminta Max mematikan semua itu dan menghapus semua drive tentang Will. Akan tetapi Max melihat di layar bahwa ada sahutan dari sistem komputer tersebut, yang seakan menanyakan “Apakah ada yang bisa mendengarkanku?” dan pertanyaan lainnya. Evelyn sangat bahagia bahwa memori kenangan Will masih bisa terselamatkan dan dapat berkomunikasi dengannya walau secara virtual. Namun Max curiga disaat virtual Will meminta untuk di online kan dan disambungkan pada wall street agar meningkatkan kemampuannya menjadi lebih cepat dan kuat. Max berpikir bahwa kemungkinan itu bukanlah Will yang asli dan segera mematikan drive tersebut, namun Evelyn membantah semua itu dan masih bertahan pada argumennya bahwa itu adalah Will suami tercintanya. Evelyn sangat marah kepada Max karena mengatakan bahwa jika diteruskan akan menimbulkan hal yang mengerikan kedepannya.

Saat di bar Max bertemu dengan seorang perempuan bernama Bree, yang mengatakan bahwa dia seorang pengagum berat Max. Dia meminta Max untuk bekerja sama dengannya, namun Max menolaknya karena merasakan ada sesuatu yang tidak beres dengan Bree, saat Max lengah dia ditangkap oleh para R.I.F.T  dan disekap di sebuah gedung. Mereka mengetahui bahwa beberapa inti prosesor PINN ada yang hilang dan diambil oleh Evelyn juga file dari Tom Casey untuk membangun sesuatu yang dapat menggandakan Will ke internet hingga tidak ada yang bisa mematikannya. Mereka khawatir dengan berhasilnya rencana Evelyn maka di masa depan mesin bukanlah menjadi alat untuk membantu pemikiran manusia lagi namun malah menggantikannya.

Akhirnya mereka menemukan lokasi Evelyn, dan segera pergi untuk menangkap Evelyn juga menggagalkan semua rencana itu. Tapi karena virtual Will mengetahui hal tersebut, dia meminta Evelyn untuk segera meng Onlinekan dirinya dan menyuruh Evelyn segera pergi dari sana, dan R.I.F.T terlambat untuk menghentikan rencana Evelyn. Kini Perangkat lunak Will sudah berada dimana-mana, dia dapat berada dan mengoperasikan komputer manapun yang dia inginkan melalui  internet.

Will meretas semua akun kepemilikan kota, pulau , maupun bank sehingga membuat Evelyn mampu membuat kota mati yang bernama Brightwood untuk dijadikan markas dan menjalankan rencana masa depan yang diinginkan Will maupun Evelyn. Setelah 2 tahun lamanya, Evelyn dapat melihat kemajuan pesat yang Will lakukan, dengan nanoteknologi  yang diciptakannya Will dapat membuat orang yang sudah sekarat menjadi sehat kembali malah menjadi lebih kuat dari sebelumnya dan mampu mengangkat benda berton-ton dan saat ini penarapan medis tidak ada batasnya. Dan mereka semua yang memiliki gejala penyakit serius datang kepada Will untuk disembuhkan. Namun mereka yang pernah datang kepada Will, dijadikan anak buah atau pasukan Will jika ada bahaya yang mengancamnya atau Evelyn dan mereka itu disebut “Hybrid”. Will dapat berpindah-pindah pikiran dari komputer ke para Hybridnya.

Semakin lama kekuatan Will semakin kuat dan berkembang sangat pesat, dia dapat menumbuhkan tumbuhan yang sudah mati, membebaskan udara dari polusi, sungai yang sangat kotor menjadi sangat jernih sehingga dapat diminum. Dan disaat  Max dan anggota R.I.F.T yang telah beraliansi berusaha menyelamatkan Evelyn, para Hybrid berusaha melindunginya atas perintah Will. Saat Max menembak salah satu dari mereka dan membuat tubuhnya bolong dan pendarahan, namun karena kekuatan Will yang dapat meregenerasi partikel-partikel yang ada disekitarnya membuat Hybrid itu tidak dapat mati walau ditembak berapa kalipun. Hal ini membuat Evelyn merasa ketakutan, karena apa yang dilakukan Will sangat tidak masuk akal apalagi Will dapat mengetahui semua pikiran Evelyn yang juga merupakan sebuah privasi.

Evelyn kabur dari markas Will, dan saat beristirahat di hotel dia disekap oleh aliansi R.I.F.T. Disana ia bertemu dengan Max, Dr Tagger juga agen Buchanan yang ternyata saling bekerja sama untuk menghancurkan Will. Mereka menceritakan rencana penghancuran Will kepada Evelyn, yang ternyata harus dirusak menggunakan virus yang telah dibuat oleh Max dan jika berhasil akan berefek tidak adanya internet dan pemadaman di  seluruh dunia. Namun memasukkan virus ke Will sangatlah tidak mudah, karena Will dapat menguasai internet yang tersebar di dunia.

Lalu Evelyn mengatakan bahwa lebih baik virus tersebut dimasukkan kedalam tubuhnya, karena Will sempat mengajak Evelyn untuk diupload seperti Will. Max keberatan dengan ide Evelyn karena virus itu juga dapat membunuh sel-sel Evelyn, namun karena tidak ada cara lain dan Will hanya percaya dengan Evelyn saat ini. Disaat mereka mulai melancarkan rencananya, Evelyn disana bertemu dengan tubuh asli Will yang sedang berada dihadapannya langsung tanpa bantuan komputer atau para Hybridnya. Evelyn berusaha membujuk Will untuk mengupload dirinya bersama Will, tapi karena Will tidak segera melakukan apa yang diinginkan Evelyn membuat aliansi R.I.F.T kehabisan akal dan menyerang markas padahal disana ada Evelyn.

Dan karena ledakan-ledakan yang ditimbulkan oleh aliansi R.I.F.T membuat Evelyn terkena ledakan, hal itu membuat Will marah, lalu para hybrid juga partikel-partikel yang ada dibawah perintahnya menyekap para aliansi R.I.F.T. Dan disaat Evelyn sekarat dia menceritakan bahwa keinginan sesungguhnya memang merubah dunia yang mulai tidak karuan dan kemampuan medis yang sangat kurang, tapi jika tidak ada Will disisinya itu percuma saja. Saat itu juga Evelyn meminta Will untuk segera mengupload virus yang ada pada dirinya. Karena saat itu Will hanya memiliki sedikit daya, jadi dia hanya bisa melakukan satu hal yaitu menyembuhkan Evelyn atau mengupload virusnya, namun evelyn berkata bahwa dia ingin terus bersama Will dimanapun dia berada. Akhirnya Will mengupload virus itu pada dirinya dan hal itu membuat Evelyn meninggal karena kehabisan darah, juga Will yang tidak berdaya karena rusaknya sistem yang ada pada dirinya, pemadaman pun terjadi di seluruh dunia karena virus itu merenggut semuanya. Dan sejak insiden itu seluruh orang di dunia benar-benar tidak ada lagi yang menggunakan alat elektronik apapun, mereka membuang semua alat itu.

Setelah 5 tahun berlalu Max mendengar kabar bahwa masih ada daya di Boston atau layanan telfon di Denver, namun keadaan jauh dari apa yang ada sebelumnya. Max berpikir bahwa Internet dibuat untuk menjadikan dunia lebih kecil walau sebenarnya dunia memang sudah kecil tanpa internet sekalipun. Bagi Max kecerdasan Will dan Evelyn akan selalu dia ingat sampai kapanpun, karena Max tahu mereka berdua lebih dari siapapun.

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password