Edwin Octavian Terpilih Sebagai Ketua Umum Baru BEM

Edwin Octavian Mahendra, Ketua Umum BEM PSSI terpilih. (Foto: Elok/BINARY)

Senin, 21 November 2016, Voice of Change (VoC) melaksanakan salah satu agendanya yaitu Pemilihan Umum (Pemilu) Ketua Umum Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Program Studi Sistem Informasi (PSSI). Kegiatan dari panitia bentukan Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) PSSI tersebut dilaksanakan di balkon ruang Aula PSSI, bertujuan mengumpulkan suara mahasiswa untuk memilih Ketua Umum BEM PSSI yang baru. Ketua Umum BEM yang akan terpilih tersebut akan melaksanakan tugasnya pada periode kedua BEM, setelah pada tahun 2015 organisasi tersebut resmi dibentuk di PSSI.

Sekitar pukul sembilan, Pemilu Ketua Umum BEM dimulai. Peserta/pemilih disilakan menyumbangkan suaranya dengan terlebih dahulu mengisi presensi. Proses pengisian daftar hadir dilakukan dengan mengarahkan barcode pada Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) di barcode scanner yang diletakkan di meja registrasi, dibantu oleh petugas. Pemilih kemudian diarahkan untuk masuk ke dalam salah satu bilik pemungutan suara yang kosong. Proses pemungutan suara dilakukan menggunakan sistem informasi yang dioperasikan pemilih melalui monitor di dalam bilik. Sistem tersebut telah dipakai dalam proses pemilihan ketua organisasi tertinggi di PSSI selama bertahun-tahun.

Pukul 16.15, pembacaan hasil Pemilu Ketua Umum BEM dilakukan di Ruang 2  PSSI. Yuca Akbar Maulana selaku panitia VoC menunjukkan presentase perolehan suara dari masing-masing kandidat dan jumlah pemilihnya. Rifqiy Rajihudin sebagai kandidat nomor 1, memperoleh suara sebanyak 131 pemilih atau 39,0% presentase suara. Galuh Kusumastuti atau kandidat nomor 2 mendapatkan presentase perolehan sebesar 21,8% atau 73 total suara. Sedangkan 132 suara atau presentase 39,2% diperoleh Edwin Octavian Mahendra. Edwin atau kandidat nomor 3 tersebut terpilih sebagai Ketua Umum BEM dengan selisih 1 suara dengan Rifqiy, kandidat nomor 1.

Apabila diakumulasikan, suara yang berhasil dihimpun oleh panitia VoC yaitu sebanyak 336 suara. Suara tersebut dikumpulkan dari mahasiswa Sistem Informasi (SI) mulai angkatan 2016 hingga 2010 yang berstatus mahasiswa aktif, dan mahasiswa Teknologi Informasi (TI) angkatan 2016 (jurusan TI baru ada pada tahun 2016). Pemilih berasal dari: 1 dari 26 mahasiswa aktif angkatan 2010, 11 dari 82 mahasiswa aktif angkatan 2012, 54 dari 86 mahasiswa aktif angkatan 2013, 48 dari 64 mahasiswa aktif angkatan 2014, 83 dari 178 mahasiswa aktif angkatan 2015, dan 137 dari 191 mahasiswa aktif angkatan 2016 yang terdiri dari mahasiswa SI dan TI.

Yuca Akbar Maulana, salah satu panitia VoC, membacakan hasil perolehan Pemilu Ketua BEM. (Foto: Elok/BINARY)
Yuca Akbar Maulana, salah satu panitia VoC, membacakan hasil perolehan Pemilu Ketua BEM. (Foto: Elok/BINARY)

Tidak ada ketentuan kuorum atau minimal jumlah pemilih dalam teknis pemungutan suara. Christian Dwi Ananta, Ketua Panitia VoC, menegaskan, “Kuorumnya itu memang tidak ada di aturannya BEM. Tidak ada aturan minimal berapa. Yang penting kita sudah diskusi sama Mas Dias, Ketua BEM-nya. Itu sudah disetujui, nggak papa segitu.” Selain kuorum, presentase kemenangan yang dapat dianggap sah juga tidak ditentukan, baik di dalam aturan BEM ataupun VoC. “Presentase menang dari pemenangnya, itu emang nggak ada juga. Ya emang murni dah. Murni segitu, ya segitu. Itu yang menang,” tambahnya.

Galuh Kusumastuti, kandidat Ketua Umum BEM nomor 2, tidak merasa kecewa meski tidak menjadi Ketua Umum BEM terpilih. “Kecewa sih enggak, soalnya kalah dalam pertandingan itu sudah biasa,” ujar Galuh. “Berarti mahasiswa IlKom (Ilmu Komputer, nama fakultas yang akan menggantikan nama PSSI), percaya sama Edwin dan semoga Edwin bisa amanah,” imbuhnya. (Baca juga: BEM dan Harapan Para Ormawa.)

“Saya ingin membawa warga kampus lebih baik lagi dan lebih maju. Dan semuanya itu mempunyai minat bakat di posisinya, jadi semua akan tersalurkan. Insyaallah, bareng-bareng bersama pengurus BEM lainnya,” tutur Edwin. Dalam sambutan kemenangannya, Edwin meminta bantuan teman-teman di bidang apapun.

Pemilu Ketua BEM berakhir dengan lancar dan ditutup pada pukul 16.00, meski masih ada beberapa kendala dalam pelaksanaannya. Christian mengatakan bahwa awalnya kegiatan Pemilu berlangsung sepi, angkatan 2016 banyak yang sedang libur kuliah. Namun pada akhirnya banyak mahasiswa yang datang untuk menggunakan hak suaranya. “Antusiasme (mahasiswa) agak kurang menurutku, belum sadar kalau BEM itu penting. Tapi kalau buat angkatan yang tua-tua, sudah paham BEM itu pentingnya gimana,” imbuhnya.

Sahriatus Soviah, mahasiswa Sistem Informasi 2015, berharap bahwa Ketua BEM baru bisa membawa PSSI lebih baik daripada sebelumnya. “Semoga bersikap ngerangkul, jadi nggak ada rasis-rasisan atau segala macem,” ujarnya. “Semoga BEM dapat berjalan sesuai yang diharapkan oleh Ketua Umum terpilih, menjadi organisasi yang bisa menginspirasi organisasi lainnya,” tutur Galuh. []

1 Comment

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password