Hari Pahlawan, UKMK Etalase Adakan “Karya 10 November”

Penampilan tari kontemporer oleh UKMK Etalase. (Foto: Elok Ayu Khasanah/BINARY)

Berkurangnya rasa nasionalisme para pemuda saat ini menjadi kecemasan bagi berbagai kalangan. Hal ini menjadi alasan Unit Kegiatan Mahasiswa Kesenian (UKMK) Etalase mengadakan acara “Karya 10 November” pada Kamis (10/11) di balkon lantai 2 Program Studi Sistem Informasi (PSSI). “Karya 10 November mengapresiasikan bahwa masih ada mahasiswa yang masih peduli dan tidak lupa akan jasa pahlawan. Salah satu bukti konkrit dari UKMK Etalase bahwa mereka tidak lupa akan pahlawan dan jasanya karena kita ada disini karena adanya pahlawan dan mengapresiasikan di hari Pahlawan,” tutur Septa, Project Manager “Karya 10 November”.

Suasana acara Karya 10 November di balkon aula Program Studi Sistem Informasi. (Foto: Elok Ayu Khasanah/BINARY)
Suasana acara Karya 10 November di balkon aula Program Studi Sistem Informasi. (Foto: Elok Ayu Khasanah/BINARY)

Acara yang seharusnya dimulai jam 12.30 WIB ini mengalami beberapa kendala, sehingga acara dimulai jam 13.30 WIB dengan pembukaan dari Project Manager. Rangkaian acara dimulai dengan persembahan lagu Kebyar-Kebyar dari divisi musik angkatan 2015, yang ditujukan untuk memperlihatkan kinerja angggota baru UKM-K Etalase dan dilanjutkan persembahan lagu Bendera dari divisi musik angkatan 2014. Acara ini dihadiri oleh mahasiswa-mahasiswa PSSI.

Memasuki acara puncak, 6 orang dari UKMK Etalase menampilkan seni tari. 2 orang diantaranya menampilkan tari kontemporer dan 4 orang menampilkan dance (tari modern). Sesuai tujuan acara yang tuturkan oleh Akbarrul Mahrifat, Ketua UKMK Etalase, yaitu menyadarkan tentang Hari Pahlawan yang mulai pudar di pemuda-pemudi Indonesia. Dance yang ditampilkan mengisahkan peristiwa 10 November di hotel Yamato Surabaya. Peristiwa penyerangan dan penyobekan bendera Belanda yang diakhiri dengan penghormatan bendera merah putih. Acara dilanjutkan dengan penampilan puisi.

Penari dance modern memperagakan adegan perebutan bendera Belanda di Hotel Yamato oleh pejuang Indonesia. Bendera Belanda tersebut kemudian disobek bagian birunya, sehingga menjadi Bendera Indonesia. (Foto: Elok Ayu Khasanah/BINARY)
Penari dance modern memperagakan adegan perebutan bendera Belanda di Hotel Yamato oleh pejuang Indonesia. Bendera Belanda tersebut kemudian disobek bagian birunya, sehingga menjadi Bendera Merah Putih. (Foto: Elok Ayu Khasanah/BINARY)

Acara yang hanya dipersiapkan dalam waktu seminggu ini mendapat tanggapan baik dari salah satu mahasiswa. “Menghibur banget, anak Etalase ikut memeriahkan Hari Pahlawan. Ngena banget,“ ungkap Noni, mahasiswa jurusan Teknologi Informasi.

“Karya 10 November” UKMK Etalase berakhir dengan acara musik pada jam 15.15 WIB. Sesuai dengan nama acara yakni Karya 10 November, Akbar berharap agar tidak lupa akan hari-hari penting di Indonesia. “Hari penting ini sebagai pengingat bagi kita akan peristiwa-peristiwa penting di Indonesia,” ujar Akbar. []

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password