Forum Komunikasi Mahasiswa Menghasilkan Kandidat Ketua Umum HIMASIF Ke-4

Marceli Aditya Tanujaya, Ketua Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) PSSI menyampaikan klarifikasi. (Foto: Farus/BINARY)

Senin siang (1/11), Himpunan Mahasiswa Sistem Informasi (HIMASIF) mengundang mahasiswa Program Studi Sistem Informasi (PSSI) semua angkatan untuk menghadiri Forum Komunikasi Mahasiswa melalui poster yang diunggah di media sosialnya. Poster menginformasikan bahwa forum dilaksanakan pada Selasa (2/11), pukul 19.00 dan bertempat di aula PSSI. HIMASIF juga memberikan undangan ke beberapa pihak.

Forum tersebut berangkat dari munculnya kekhawatiran sebagian mahasiswa PSSI perihal kandidat Ketua Umum HIMASIF. Mahasiswa diharapkan bisa menyampaikan segala aspirasinya melalui forum tersebut.

Pukul 19.20, sudah hadir beberapa mahasiswa dari angkatan 2016-2012 dan Pengurus Inti HIMASIF sebagai pembicara. Forum dimulai dengan tiga ketukan palu oleh Diki Zulfarhan selaku Pemimpin Forum. Pada saat pembacaan peraturan forum, Diki menegaskan bahwa topik forum adalah pemilihan umum Ketua Umum HIMASIF periode 2016-2017. Pernyataan atau pertanyaan yang tidak berhubungan dengan topik, tidak akan dihiraukan.

Diki mempersilakan Andry Dermawan selaku Ketua Umum HIMASIF untuk memaparkan informasi tentang HIMASIF dan proses pengkaderan calon Ketua Umum HIMASIF. “HIMASIF sekarang, berbeda dengan HIMASIF tahun lalu,” tegas Andry. Ia menjelaskan, HIMASIF tahun lalu adalah Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) setara Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Sedangkan HIMASIF sekarang adalah benar-benar HMJ. Pengurus HIMASIF periode 2015-2016 berasal dari angkatan 2015-2013. Semua pengurus dipersilakan untuk mendaftarkan diri sebagai calon Ketua Umum HIMASIF.

Awalnya tidak ada pengurus HIMASIF yang mendaftarkan diri. “Akhirnya pemaksaan pun dilakukan oleh pengurus inti, dan membuahkan hasil,” kata Andry. Sembilan orang mendaftaran diri: dua dari angkatan 2014 dan sisanya dari angkatan 2015. Tiga diantaranya lolos sebagai calon Ketua Umum HIMASIF, yaitu : Hammam Iqomatuddin R. dari angkatan 2014, Abbi Nizar dan Bratasena Anggabayu dari angkatan 2015.

“Apakah teman-teman disini siap dipimpin oleh seseorang yang dirasa mungkin belum waktunya?” tanya Dias Novsa Pradana, Ketua BEM PSSI. Dias juga mengkhawatirkan, apakah calon dari 2015 sudah siap memimpin warga PSSI, mengingat tanggung jawab sebagai ketua yang begitu berat. Andry menuturkan bahwa ilmu yang didapatkan pengurus HIMASIF, baik angkatan 2014 dan 2015, adalah sama. Penilaian HIMASIF juga didasari dari tindakan dan kinerja mereka selama menjabat satu tahun sebagai Pengurus HIMASIF.

Yosafat Parulian D. menyatakan sepakat dengan apa yang disampaikan Andry. “Kalau memang keadaannya seperti itu, kenapa enggak? Selama tidak menyalahi AD/ART (Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga),” kata Yosafat. Ia kemudian memberi contoh kasus yang sama dari UKMK (Unit Kegiatan Mahasiswa Kesenian) Etalase. Ia memaparkan bahwa memimpin bukan hanya tentang kesiapan, tapi juga kemauan. Yang lebih penting adalah siapa yang memantau perjalanannya; ada HIMASIF lama, BEM, Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM), dan Organisasi Mahasiswa (Ormawa) yang lain.

“Masalahnya kan 2014 dan 2015. 2014 mau nggak dipimpin 2015, dan sebaliknya? Gitu aja,” kata Marceli Aditya Tanujaya, Ketua Angkatan 2012. Christian Dwi Ananta, Ketua Angkatan 2014 sekaligus Ketua Panitia Voice Of Change (VOC), menanggapi bahwa sekarang adalah masanya angkatan 2014. Angkatan 2014 dirasa sudah matang karena sudah 2 tahun di PSSI. “Apakah bisa Nugroho menjadi calon?” tanya Christian.

Shinta Amalia juga mempertanyakan, mengapa persyaratan calon dari jalur independen berbeda dengan syarat dari HIMASIF, “Dari situ saya bisa menyimpulkan kurangnya transparansi pemilihan umum Ketua HIMASIF.” Dimas Arifianto dari angkatan 2012 menuturkan bahwa tujuan dibentuknya VOC sebagai panitia Pemilu (Pemilihan Umum) adalah untuk menjalankan Pemilu; mereka yang mempunyai hak siapa yang nantinya terpilih menjadi calon. “Aku bingung, kok dari tadi AD/ART HIMASIF yang dibahas? Bukan peraturan dari VOC,” ujar Dimas.

Lalu Andry menjelaskan bahwa dari diskusi dengan panitia VOC, VOC tidak keberatan mengenai peraturan yang diberikan HIMASIF terkait calon jalur independen. VOC juga meminta Andry memilih calon-calon dari pengurus HIMASIF.

Sebuah interupsi disampaikan oleh Ghiffari Assamar Qandi. Ia mengatakan bahwa kurang tepat kalau pemateri hanya dari HIMASIF saja, seharusnya ada dari pihak VOC dan BPM juga. Ia juga mempertanyakan VOC yang katanya netral, justru mengembalikan pertanyaan mengenai calon. Dan calon yang ditolak juga sepertinya ada yang masih belum menerima. Ghiffari menuturkan, seharusnya hal-hal itu diselesaikan dulu sebelum dibahas di forum, “Mending di-stop aja. Nggak akan ada pengambilan keputusan kalau kayak gini.” Suasana forum pun menjadi ramai.

Marceli selaku Ketua BPM mengambil alih forum dan menanggapi bahwa dia sudah mengusahakan panitia VOC agar senetral mungkin. Ia menjelaskan bahwa dari hasil negosiasinya dengan Andry menghasilkan keputusan bahwa kandidat calon dari HIMASIF akan ditentukan oleh HIMASIF sendiri, sedangkan dari jalur independen akan disaring oleh VOC. Ia menegaskan berani merombak tatanan calon, jika memang itu hasil keputusan forum. “Mau nambah calon, silahkan. Mau mundur, silahkan. Terima atau tidak, keputusan bersama.” Ia lalu mengembalikan forum pada Diki.

Setelah pemaparan beberapa pihak tentang perombakan calon dan estimasi waktu Pemilu yang sudah mepet, akhirnya forum menyetujui adanya penambahan maupun pengurangan kandidat calon Ketua Umum HIMASIF. Yudha Herlambang, Ketua Umum HIMASIF periode 2013-1014, mengingatkan, jika memang ada kesepakatan penambahan maupun pengurangan calon, tetap memperhitungkan waktunya. “Takutnya nanti molor. Tapi kalau memang mau dirubah, dengan jadwal yang ada, silakan,” kata Yudha. Andry menambahkan, “Boleh ada penambahan atau pengurangan, tapi waktunya sama.”

Forum itu menghasilkan calon Ketua Umum HIMASIF nomor 4: Nugroho Dani Prasetyo dari 2014. Bakal calon Ketua Umum HIMASIF yang tidak lolos dan sempat mengutarakan kekecewaannya dalam forum tersebut, mengangkat tangan sebagai tanda bersedia mencalonkan diri, dan disetujui melalui gemuruh tepuk tangan peserta forum. Nugroho menyatakan siap menjadi calon dengan masa kampanye dua hari. Masa kampanye yang awalnya sampai tanggal 2 November, diperpanjang sampai tanggal 4 November.

Meskipun suasana forum beberapa kali sempat gaduh, forum berhasil dikondisikan kembali. Forum Komunikasi Mahasiswa berjalan dengan baik dan berakhir pukul 22.04 WIB. []

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password