ECPOSE LAUNCHING – MENGERDILKAN TEMBAKAU

Launching Majalah Ecpose. (Foto: Bazliah)

Salam Persma !

Pukul 19.00 WIB, rintik hujan tidak menghalangi niat tim BINARY untuk bersua dengan sahabat pers lainnya di Ruang Multimedia Fakultas Ekonomi Universitas Jember, dalam acara Launching Majalah ECPOSE edisi ke-30, yang notabene merupakan majalah mahasiswa Fakultas Ekonomi. Kali ini ECPOSE membawa tema “MENGERDILKAN TEMBAKAU : Petani Tembakau Belum Menjadi Prioritas”. ECPOSE menghadirkan 5 pembicara yang kompeten dibidangnya , untuk melakukan diskusi terkait regulasi tembakau dan munculnya Framework Convention on Tobaco Control (FCTC) yang dicanangkan WHO untuk Hak Asasi Manusia (HAM) dalam peningkatan standar kesehatan yang baik. Pemateri diantaranya adalah Ir. Desak Nyoman Sisiawati, MMA (Kepala UPT Pengujian Sertifikat Mutu Barang Lembaga Tembakau), Dr.H.M. Nasim Fauzi (Dokter Spesialis Paru-paru dan penulis buku “Siapa Bilang Merokok Itu Haram”), Hendro Handoko (Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia se-Jember), dan salah satu Komisi DPR.

Acara dimulai dengan iringan musik akustik yang kemudian dilanjutkan dengan sambutan oleh Ketua panitia, Ketua Umum ECPOSE, dan Pembantu Dekan III Fakultas Ekonomi. Pukul 19.45 masuk acara inti dimana diskusi dimulai dengan panduan moderator, dimulai dengan membahas tentang nasib para petani tembakau di Jember yang memerlukan perhatian lebih oleh pemerintah, terlebih saat ini tembakau menjadi sorotan publik. “Saat ini tembakau menjadi sorotan publik karena seperti yang kita ketahui mindset negatif di masyarakat . Bahkan saya dulu seperti itu, sampai di tahun 2012 saya merubah mindset saya, karena saya melihat bagaimana tembakau dapat menghidupi banyak orang dan bagaimana nilai estetika yang dimilikinya, sehingga tembakau tidak dapat dianggap enteng lagi. Mindset negatif tercipta karena mayoritas belum mengenal tembakau. Kenalilah, maka kalian akan mengetahui manfaat tidak terlihat dari tembakau” ujar satu-satunya pemateri wanita di acara kemarin malam (22/12/2015).

Diskusi masih terus berlanjut hingga tak terasa 3 jam telah berlalu. Kesimpulan yang dapat diambil secara garis besar pada diskusi kali ini, “Sudah saatnya melihat perjuangan petani dengan segala usaha kerasnya, terbayar dengan kepastian harga pasar yang sesuai dengan komoditas dan kerja keras mereka”.

“Petani harus bermitra dengan pabrik, merupakan mindset yang harus diubah. Sebaliknya, pabriklah yang harus bekerja sama dengan para petani ”, tutup diskusi sekaligus koar Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia se-Jember ini.

Tiba dipenghujung acara, yaitu penyerahan cinderamata kepada para pemateri oleh Estena Danar P, selaku Ketua Umum LPME ECPOSE, dan pemotongan tumpeng yang diiringi dengan akustik dari UKM Kesenian Pusat sebagai bentuk simbolis Launching Majalah ECPOSE edisi ke-30.

Berikut ini video Tari Labako yang disajikan sebagai pembukaan manis pada acara Launcing Majalah ECPOSE tadi malam.

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password